Jumat, 27 Desember 2013

Wanita dan Parfum

"Apabila seorang wanita memakai wewangian, kemudian lewat pada suatu tempat, maka dia itu seperti wanita yang berbuat zina." (HR Tirmidzi)

-
Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya oleh seorang wanita:

Bolehkah aku shalat dalam keadaan memakai parfum?

Jazakumullah khoiron.

Jawaban Syaikh rahimahullah:

Na’am. Shalat dalam keadaan memakai parfum itu dibolehkan, bahkan dibolehkan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman. Akan tetapi wanita hanya boleh menggunakan parfum ketika berada di rumah di sisi suaminya. Dan tidak boleh seorang wanita menggunakan parfum ketika ia keluar ke pasar atau ke masjid. Adapun bagi laki-laki, ia dibolehkan untuk mengenakan parfum ketika berada di rumah, ketika ke pasar, atau ke masjid. Bahkan mengenakan parfum bagi pria termasuk sunnah para Rasul.

Apabila seorang wanita shalat di rumahnya dalam keadaan memakai berbagai wangian …. , maka itu baik. Seperti itu tidaklah mengapa bahkan dianjurkan mengenakannya. Akan tetapi, ketika wanita tersebut keluar rumah, maka ia tidak boleh keluar dalam keadaan mengenakan parfum yang orang-orang dapat mencium baunya. Janganlah seorang wanita keluar ke pasar atau ke masjid dalam keadaan mengenakan parfum semacam itu. Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya.

[Fatawa Nur ‘alad Darb, 7/291, cetakan Ar Riasah Al ‘Ammah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Riyadh-KSA, cetakan pertama, thn 1429 H]

***

Yang dimaksudkan hadits larangan tersebut adalah sebagai berikut:

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata,

تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات

“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”. (HR.

Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107)

Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata,

لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها

“Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)”. (HR. Abdur Razaq no 8118)

Semoga bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.
Riyadh-KSA, 7th Safar 1432 H, 11/01/2011
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
(Source: www.muslim.or.id)
Senin, 23 Desember 2013
“…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]:23-24)
Sabar termasuk akhlak yang paling utama yang banyak mendapat perhatian Al-Qur’an dalam surat-suratnya. Imam al-Ghazali berkata, “Allah swt menyebutkan sabar di dalam al-Qur’an lebih dari 70 tempat.”
Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”
Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama daripada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”
Sabar menurut bahasa berarti menahan dan mengekang. Di antaranya disebutkan pada QS.Al-Kahfi [18]: 28 “Dan tahanlah dirimu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaanNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka.”

Kebalikan sabar adalah jaza’u (sedih dan keluh kesah), sebagaimana di dalam firman Allah QS. Ibrahim [14]: 21, “…sama saja bagi kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”

Macam-macam Sabar Dalam al-Qur’an
Aspek kesabaran sangat luas, lebih luas dari apa yang selama ini dipahami oleh orang mengenai kata sabar. Imam al-Ghazali berkata, “Bahwa sabar itu ada dua; pertama bersifat badani (fisik), seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang berat atau sakit yang kronis. Yang kedua adalah al-shabru al-Nafsi (kesabaran moral) dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu.
Bentuk kesabaran ini (non fisik) beraneka macam;
  • Jika berbentuk sabar (menahan) dari syahwat perut dan kemaluan disebut iffah
  • Jika di dalam musibah, secara singkat disebut sabar, kebalikannya adalah keluh kesah.
  • Jika sabar di dalam kondisi serba berkucukupan disebut mengendalikan nafsu, kebalikannya adalah kondisi yang disebut sombong (al-bathr)
  • Jika sabar di dalam peperangan dan pertempuran disebut syaja’ah (berani), kebalikannya adalah al-jubnu (pengecut
  • Jika sabar di dalam mengekang kemarahan disebut lemah lembut (al-hilmu), kebalikannya adalah tadzammur (emosional)
  • Jika sabar dalam menyimpan perkataan disebut katum (penyimpan rahasia)
  • Jika sabar dari kelebihan disebut zuhud, kebalikannya adalah al-hirshu (serakah)
Kebanyakan akhlak keimanan masuk ke dalam sabar, ketika pada suatu hari Rasulullah saw ditanya tentang iman, beliau menjawab: Iman aadalah sabar. Sebab kesabaran merupakan pelaksanaan keimanan yang paling banyak dan paling penting. “Dan orang-orang yang sabar dalam musibah, penderitaan dan dalam peperangan mereka itulah orang-orang yang benar imannya, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 177)
Dari itu kita dapat memahami mengapa al-Qur’an menjadikan masalah sabar sebagai kebahagiaan di akhirat, tiket masuk ke surga dan sarana untuk mendapatkan sambutan para malaikat. Dalam surat Al-Insan [72]: 12 “Dan Dia memberi balasan kepada mereka atas kesabaran mereka dengan surga dan (pakaian) sutera”. Dalam surat Ar-Ra’d [13]:23-24 “…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.”

Sabar, Suatu Kekhasan Manusia
Sabar adalah kekhasan manusia, sesuatu yang tidak terdapat di dalam binatang sebagai faktor kekurangannya, dan di dalam malaikat sebagai faktor kesempurnaannya.
Binatang telah dikuasai penuh oleh syahwat. Karena itu, satu-satunya pembangkit gerak dan diamnya hanyalah syahwat. Juga tidak memiliki “kekuatan” untuk melawan syahwat dan menolak tuntutannya, sehingga kekuatan menolak tersebut bisa disebut sabar.
Sebaliknya, malaikat dibersihkan dari syahwat sehingga selalu cenderung kepada kesucian ilahi dan mendekat kepada-Nya. Karena itu tidak memerlukan “kekuatan” yang berfungsi melawan setiap kecenderungan kepada arah yang tidak sesuai dengan kesucian tersebut.
Tetapi manusia adalah makhluk yang dicipta dalam suatu proses perkembangan; merupakan makhluk yang berakal, mukallaf (dibebani) dan diberi cobaan, maka sabar adalah “kekuatan” yang diperlukan untuk melawan “kekuatan” yang lainnya. Sehingga terjadilah “pertempuran” antara yang baik dengan yang buruk. Yang baik dapat juga disebut dorongan keagamaan dan yang buruk disebut dorongan syahwat.
dakwatuna.com - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
sahabat-sahabat Kerohanian Islam atau sering dikenal ROHIS di seluruh Indonesia, baik tingkat menengah ataupun atas, semoga Allah memberikan keistiqamahan dalam jalan kalian, dalam keikutsertaan kalian baik aktif ataupun pasif.

Saya hanya ingin sedikit sharing dengan kalian, tentang ROHIS ini, tentang pengalaman, tentang cerita suka dan duka, tentang manfaat teman-teman bergabung dengan ROHIS.

ROHIS, sebuah lembaga yang telah membesarkanku, mendidik dan mengajarkan tentang berbagai hal.

ROHIS merupakan satu lembaga ekstrakurikuler yang lengkap menurut pandangan saya,

ia mengajarkan untuk berorganisasi,
ia mengajarkan untuk dakwah dan ibadah,
ia mengajarkan untuk membina lingkungan sekolah,
ia mengajarkan untuk perencanaan kegiatan,
ia mengajarkan untuk komunikasi efektif,
ia mengajarkan untuk olahraga dan pendidikan jasmani,
ia mengajarkan untuk berjiwa sosial kemasyarakatan,
ia mengajarkan untuk menjadi pemimpin sejati,
ia mengajarkan segala hal yang kita butuhkan dan segala hal yang tidak kita butuhkan tapi bermanfaat untuk kita.

Namun satu hal yang tidak akan ditemui di ekskul manapun adalah ROHIS bisa menjadi jalan Hidayah bagi siapa pun termasuk pengurus dan anggotanya. inilah yang akan kita bahas teman-teman.

Jalan kebaikan, jalan petunjuk dan jalan hidayah, insya Allah.
Meskipun kita tidak merasakannya ketika aktif di ROHIS, tidak merasakan seketika itu juga, tapi yakinlah, suatu saat, kita akan menemukan sentuhan tersembunyi yang telah menjadikan kita seperti sekarang ini.

Mungkin ketika kuliah, atau setelah kerja, atau bahkan ketika tua renta, kita baru teringat, bahwa awal mula kita mengenal tarbiyah islamiyah (pembinaan Islam) adalah di ROHIS ini.
Awal yang mengubah emosi jiwa menjadi jiwa yang teduh penuh cinta,

mengubah dosa menjadi amal pahala,
mengubah rasa takut menjadi berani penuh semangat,
mengubah cara pandang negatif menjadi positif,
Semua mungkin berawal dari sini, dari ROHIS ini.

Oleh karena itu, saya hanya ingin berpesan, siapa pun kita, apapun latar belakang kita, semaksiat-maksiatnya kita, jangan sampai kita meninggalkan organisasi ini, karena ia adalah jalan yang Allah sediakan, untuk membuka hati, membuka emosi, membuka jalan hidayahNya.

Jalan yang menghadirkan pelaku-pelaku kebaikan,
jalan ukhuwah dan kebersamaan yang erat menyatukan semua potensi kejujuran,
jalan yang suatu saat akan membuat kita sadar, bahwa di sinilah kita dibesarkan,
dengan segudang masalah,

Tetaplah berada bersama para pelaku kebaikan,
niscaya kebaikan itu akan mengikutimu,
dan akan mengubah paradigmamu,
bahkan mengubah maksiat-maksiatmu,
Yakin dan tetapkan tekadmu,
inilah jalan terbaik untuk masa depanmu,
bersama ROHIS, aku tetapkan yakinku.

Untuk sahabat ROHIS di seluruh Indonesia, para alumninya,
khusus ROHIS SMA N 55 dan Keluarga Alumni Rohis SMA N 55 (KARIMA),
mari kita bersama menjadi penerus peradaban,
yang melahirkan generasi-generasi rabbani,
mari kita sambut seruan yang mulia,
mari bersama ikuti langkah perjuangan,
di medan dakwah sekolah kita tercinta.

FAJAR FATAHILLAH
- Alumni ROHIS SMAN 55 Jakarta (2004-2006)
- Keluarga Alumni Rohis SMAN 55 (KARIMA)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/14991/bersama-rohis-kutetapkan-yakinku/#ixzz1svMe7rFz



PROFIL


I.                   Pendahuluan
Pemuda adalah elemen bangsa yang menentukan masa depan bangsa. Merekalah yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa ini. Semangat yang terus membara membuat mereka rela berjuang untuk mendapatkan hal yang dicitakan. Daya kreatifitas, inovasi, serta pemikiran yang luas adalah hal utama yang dimiliki pemuda dalam menentukan perubahan bangsa ini.
Fakta masa kini, pemuda menghadapi dilema yang cukup besar. Banyak faktor yang dapat menjerumuskan generasi muda bangsa, khususnya pelajar. Potensi besar dalam diri generasi muda, bisa terkubur oleh hal-hal yang merusak mereka, sehingga masa depannya menjadi suram. Mulai dari perkelahian pelajar (tawuran), narkoba, pergaulan bebas dan hedonisme yang menyerang diri mereka dari berbagai penjuru dan waktu. Generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa hari demi hari semakin terpuruk.
Namun demikian, ternyata dibalik semua permasalahan yang menimpa generasi muda bangsa ini masih ada bahkan banyak pemuda (baca: pelajar) yang sadar akan jatidiri mereka dan menjadi penggerak dalam melakukan perbaikan. Yang paling utama adalah membentuk generasi muda yang kreatif, mandiri dan berakhlak mulia. Menjadikan pemuda yang memiliki kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual guna melakukan perubahan peradaban bangsa yang lebih baik.
Berangkat dari sebuah keinginan guna menyelamatkan generasi muda bangsa dan mempererat persatuan dan kesatuan antarpelajar maka muncul keinginan untuk membuat sebuah organisasi kepemudaan yang legal dibawah bimbingan pemerintah.


II.                Latar Belakang dan Sejarah Farohis
Latar Belakang
Kabupaten Wonogiri memiliki wilayah geografis yang sangat luas, waduk yang membentang serta gunung–gunung yang berdiri kokoh. Untuk menyatukan langkah dan cita–cita generasi muda (pelajar) muslim yang tergabung dalam OSIS Sekbid Ketaqwaan atau biasa disebut ROHIS (Kerohanian Islam), maka diperlukan sebuah wadah organisasi yang mampu menampung kreatifitas dan ide-ide positif demi kemajuan bangsa.
Sejarah Pendirian Farohis
Maka pada tahun 1999 dibentuklah sebuah forum guna mempererat tali ukhuwah islamiyah (tali persaudaraan islamiyah) antar Pelajar Muslim di Kabupaten Wonogiri dengan nama Forum Aktifis Kerohanian Islam Kabupaten Wonogiri atau sering disebut dengan FAROHIS. Pada awal pendiriannya, yang tergabung dalam Farohis dari SMA Negeri 1 Wonogiri, SMA Negeri 2 Wonogiri dan SMA Negeri 3 Wonogiri. Kegiatan yang dilakukan pun masih sangat sedikit karena anggota yang bergabung hanya perwakilan dari sekolah tersebut, yaitu seputar kajian keislaman. Seiring berjalannya waktu, keanggotaan Farohis semakin luas. Beberapa SLTA yang ada di Kecamatan Wonogiri bergabung, yaitu SMKN 1 Wonogiri, SMK Sudirman 1 dan 2, MAN Wonogiri, SMK Pancasila 1 Wonogiri, SMA Gajah Mungkur dan SMK Pancasila 5 Wonogiri.
Untuk mempermudah kegiatan–kegiatan di sekolah-sekolah, maka FAROHIS melakukan pendekatan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri. Akhirnya pada tanggal 24 September 2001, Bapak Drs. Bambang Eko Sarwono, MM yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri mengesahkan terbentuknya FAROHIS Kabupaten Wonogiri di bawah bimbingan Kasi Kepemudaan dan Olahraga. Mulai hari itu, FAROHIS menggunakan kesekretariatan di KPO Dinas Pendidikan. Dengan anggota sebanyak 45 orang, kegiatan-kegiatan yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar dan terprogram dengan baik. Dari segi pendanaan, Alhamdulillah mendapat bantuan dari Dinas, walaupun begitu penghimpunan dana melalui iuran anggota, donatur, dan sponsor tetap dilakukan.
Waktu terus berlalu, Farohis semakin berkembang. Pada tahun 2003, Wonogiri menjadi proyek percontohan dakwah sekolah tingkat Nasional melalui Farohis. Sekarang Farohis tidak hanya di kecamatan Wonogiri saja, namun sudah mencangkup hampir seluruh wilayah di Kabupaten Wonogiri. Untuk mengoptimalkan kegiatan dan komunikasi FAROHIS Kabupaten Wonogiri maka dibentuklah Sektor yang terkoordinasi. Adapun wilayah pembagian sektor adalah sebagai berikut
1.            Sektor Timur      : Sidoharjo, Jatisrono, Slogohimo, Purwantoro, Bulukerto
2.            Sektor Tenggara : Tirtomoyo, Baturetno
3.            Sektor Selatan    : Wuryantoro, Manyaran, Pracimantoro
Pada 23 September 2012, terbentuklah FORNUSA (Forum Rohis Nusantara) yang berpusat di Jakarta. Hal ini semakin memperkuat kedudukan Rohis di Indonesia khususnya Farohis yang bergerak di Wonogiri. Farohis juga mengikuti Musyawarah Nasional pada Juli 2013 dalam pembentukan organisasi FORNUSA.


III.             Tujuan
FAROHIS Kabupaten Wonogiri didirikan dengan tujuan:
1.      Terciptanya rasa persatuan dan kesatuan antar pelajar Islam
2.      Terjalinnya hubungan yang komunikatif dan proaktif antar OSIS Sekbid Ketaqwaan (Rohis) SMA/SMK/MA, SMP/MTs di Kabupaten Wonogiri dalam bingkaian Ukhuwah Islamiyah.
                  3.      Terciptanya generasi pelajar Islam yang cerdas intelektual, spiritual dan emosional.
4.      Membentuk pribadi muslim yang kaffah.
5.      Tegaknya syariat Islam dengan usaha yang diperintahkan dalam Al-Quran dan Sunnah.
IV.             Status, Sifat dan Keanggotaan
1.      FAROHIS adalah organisasi pelajar Islam yang bergabung dalam OSIS Sekbid Ketaqwaan (Rohis) SLTA dan SLTP sederajat Se-Kabupaten Wonogiri.
2.      FAROHIS bersifat independen dan tidak terikat oleh suatu organisasi, lembaga,  LSM, atau parpol tertentu.
3.      FAROHIS berada di bawah naungan bimbinan Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri.
4.      Anggota FAROHIS Kabupaten Wonogiri :
a.      Anggota Biasa
Adalah seluruh pelajar muslim tingkat SLTA dan SLTP sederajat se Kabupaten Wonogiri.
b.      Anggota Aktif
Adalah pelajar muslim tingkat SLTA dan SLTP sederajat se-Kabupaten Wonogiri yang aktif menjadi pengurus FAROHIS periode yang berjalan.
V.                Program Kerja
Program kerja Farohis Kabupaten Wonogiri disusun dan ditetapkan sebagai pedoman melakukan kegiatan oleh Pengurus periode yang berjalan.
Beberapa Program kerja FAROHIS adalah sebagai berikut :
1.      Jangka Panjang
a.      Jumpa Siswa Baru
Jumpa Siswa Baru dilaksanakan setiap 1 tahun sekali dan melibatkan semua perwakilan SLTA dan SLTP sederajat Se-Kab. Wonogiri. Tempat kegiatan JSB ini dilakukan secara anjangsana (bergiliran). Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan Farohis sekaligus menjalin rasa persatuan dan kesatuan antar pelajar.
b.      FARIS (Festival Remaja Islam)
FARIS adalah kegiatan Festival yang diperuntukkan remaja Islam SLTA dan SLTP sederajat. Kegiatan tersebut berisi lomba bertemakan Islam seperti lomba CCI, Tahfidz, Da’i, Mading, dan lain-lain. Selain lomba, ada pula Farohis Award dan banyak hiburan yang menarik.
c.       Wah Jielma Putri (WJP)
WJP adalah kegiatan yang paling dinanti oleh pelajar putri (akhwat). Kegiatan ini melibatkan semua pelajar putri SLTA dan SLTP sederajat. Adapun kegiatan yang diselenggarakan dalam WJP adalah Seminar/Ceramah Keputrian, Lomba Memasak, Lomba peragaan busana muslim, lomba teater, lomba nasyid dan lomba kaligrafi. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah secara bergiliran.
d.      Halal bihalal
Kegiatan halal bihalal dilakukan setiap bulan syawal antara Farohis dengan Alumni Farohis. Kegiatan ini sebagai sarana silaturahim dan berbagi  informasi antara pengurus Farohis dengan Alumni Farohis.
e.       Reorganisasi dan Upgrading
Sebagai organisasi pelajar, tentunya memiliki masa jabatan kurang dari 3 tahun. Setiap berakhirnya masa jabatan pengurus maka akan diadakan reorganisasi sebagai langkah meneruskan perjuangan ini. Pengurus baru yang telah terbentuk selanjutnya akan dikukuhkan dan mendapat pelatihan dasar kepemiminan dalam kegiatan Upgrading.
f.       Bank Jilbab Farohis
Bank Jilbab Farohis adalah sebagai sarana membantu pelajar putri yang ingin mengenakan jilbab (pakaian muslimah) tetapi tidak mampu dalam pembiayaan. Pakaian seragam sekolah yang dihimpun oleh Farohis berasal dari alumni yang telah lulus, donator dan kerjasama dengan lembaga sosial lain. Selain itu, Bank Jilbab juga berperan dalam kegiatan Jilbasisasi berupa sosialisasi berhijab dengan syar’i dan gerakan menutup aurat untuk pelajar putri.

2.      Jangka Menengah
a.      Rihlah (Perjalanan Islami)
Rihlah Farohis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mentadzaburi  ciptaan Allah oleh semua anggota Farohis putra/putri. Tempat tujuan rihlah adalah pegunungan, pantai ataupun tempat yang lainnya.
b.      Outbound
Outbound dilaksanakan sebagai bentuk pelatihan kepemimpinan, kerjasama, dan jasadiyah yang dikemas dalam kegiatan menarik sehingga dapat melepas kepenatan yang dirasakan saat berada di sekolah.
c.       Seminar Pendidikan dan Kajian Islam
Kegiatan Seminar dan Kajian Islam diadakan bergantian setiap 1 bulan sekali. Seminar bertemakan pedidikan yang menambah wawasan atau ilmu pegetahuan. Kajian Islam ialah kegiatan mengkaji ilmu-ilmu diniyah seperti Aqidah, Fiqh, Shiroh, Ilmu Al-Quran dan Hadits yang dilaksanakan secara menarik. InsyaAllah menambah ilmu, iman, dan ketaqwaan.
d.      Kajian Farohis Nisa’ (KAHISNA)
Kegiatan beupa ceramah dialog yang khusus untuk Akhwat (Wanita) dan membahas hal-hal yang khusus untuk mereka pula.
e.       Silaturahim Rohis
Farohis Kabupaten Wonogiri mengunjungi Rohis-Rohis di Wonogiri dalam rangka menjalin Ukhuwah. Dengan kegiatan seperti ini, Farohis dapat melihat secara langsung keadaan Rohis-Rohis. Farohis juga menjalin silaturahim dengan Forum Rohis di berbagai daerah serta mengadakan Silaturahim Akbar Rohis se-Kabupaten Wonogiri.
f.       Buka Bersama
Kegiatan buka bersama yang bertujuan untuk menjalin silaturahim dalam rangka meningkatkan ukhuwah islamiyah antar anggota.
g.      Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT)
Untuk meningkatkan rasa ukhuwah islamiyah antar anggota, salah satu kegiatan yang Farohis lakukan adalah MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Bentuk kegiatan ini adalah bermalam di Masjid atau sekolah dengan kegiatan sharing, tausiyah, diskusi, dan kegiatan menarik lainnya.

3.      Jangka Pendek
a.      Buletin Dakwah Real Muslim dan Media Dakwah lain
Pengadaan buletin Farohis ini bertujuan sebagai media syiar islam dan salah satu produk Farohis sebagai penghasil income bagi Kas Farohis. Nama buletin Farohis adalah REAL MUSLIM. Terbit setiap bulan yang disebarkan keseluruh sekolah di Kabupaten Wonogiri. Selain berdakwah melalui Buletin, Farohis juga menyerukan kebenaran melalui Selebaran, Poster, Web Blog, Media sosial, Spandukisasi dan Stikerisasi.
b.      Spandukisasi dan Stikrerisasi
Sebagai organisasi kepemudaan yang islami maka Farohis dalam setiap event dan kegiatan dan hari besar Islam/nasional, Farohis membuat himbauan, motivasi, pendapat maupun kreatifitas dengan spandukisasi dan stikerisasi.

4.      Insidental
a.      Aksi Solidaritas Muslim
Aksi kemanusiaan menyuarakan kepedulian dan penggalangan dana terhadap Saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah seperti Palestina, Suriah, Mesir, Myanmar, Tsunami Aceh, dan lain-lain.
b.      Aksi Anti Corat-Coret Kelulusan
Aksi ini merupakan aksi penolakan adanya perayaan kelulusan sekolah dengan kegiatan corat-coret dan hura-hura. Selain itu Farohis melakukan penggalangan seragam sekolah untuk diberikan kepada yang membutuhkan. Kami menghimbau kepada pelajar yang lulus agar bersyukur, dan meluapkan kegembiraan dan rasa syukurnya dengan hal- hal positif. Salah satunya dengan menyalurkan seragam mereka kepada yang membutuhkan.
c.       Peduli Sosial
Sebagai organisasi yang berasaskan islam, maka kepekaan terhadap kondisi masyarakat haruslah tinggi. Hal inilah yang mendorong kami untuk melakukan kegiatan Bakti Sosial, Pemberian bantuan air bersih, kegiatan Go Green, dan kegiatan Sosial lainnya.
DIVISI
Divisi adalah pembagian tugas sesuai spesialisasi. Sehingga diharapkan dapat mewujudkan kinerja pengurus yang berjalan dengan lebih baik. Farohis memiliki beberapa Divisi dalam menjalankan Organisasi.

a          a. Divisi Development
Meneliti dan mengembangkan Farohis dalam mewujudkan cita-cita. Secara umum, Divisi ini mengusahakan berjalannya organisasi dengan membantu pelaksanaan proker Farohis dan mengondisikan Farohis menjadi organisasi yang profesional.

b          b. Divisi Kaderisasi
Menjalankan rekrutmen Farohis dan melakukan pembinaan pengurus Farohis baik Dieniyah maupun organisasi. Divisi ini mengusahakan terciptanya generasi pelajar Islam yang cerdas intelektual, spiritual dan emosional serta membentuk pribadi muslim yang kaffah.

  1. Divisi Ukhuwah
Menjaga ukhuwah atau rasa persaudaraan antar pengurus dengan kegiatan-kegiatan yang menarik. Hal ini dimaksudkan agar pengurus Farohis dapat istiqomah berorganisasi. Divisi ini juga menjalankan fungsi kehumasan sebagai suatu usaha untuk menjaga ukhuwah.

  1. Divisi Dana Usaha
Mengelola dana Farohis dan mengusahakan suatu usaha mandiri. Divisi ini dapat mengembangkan kemandirian dan kemampuan berwirausaha. Kegiatan dari Divisi ini juga dapat menambah kas yang diperoleh dari usaha mandiri.


  1. Divisi Event
Mempersiapkan kegiatan-kegiatan Farohis. Eksistensi suatu organisasi dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukannya. Divisi ini mengusahakan terlaksananya suatu event Farohis dengan menciptakan kegiatan yang kreatif dan bermanfaat.



  1. Divisi Media Syiar
Menciptakan dan mengelola media komunikasi dan informasi. Divisi inilah yang menciptakan media dakwah seperti Buletin, Blog, Poster, Stiker, dan lain-lain. Ini merupakan salah satu usaha dalam menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran.

  1. Divisi Peduli
Peduli terhadap Rohis di Wonogiri serta masyarakat secara umum. Membantu Rohis-rohis sekolah menjadi organisasi yang lebih baik. Serta membentuk pelajar Wonogiri yang kreatif, mandiri dan berakhlak mulia melalui kegiatan yang dapat membangun karakter.


VI.             Penutup
Demikian sekilas profil Farohis ini kami buat dengan singkat dan sejelas-jelasnya. Semoga dapat dipergunakan dengan sebagaimana mestinya. Besar harapan kami atas dukungan, saran dan kritik dari Saudara demi kebenaran dan kebaikan Farohis yang akan datang. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Hormat kami,



Hanif Musthofa
Ketua Farohis

Kamis, 12 Desember 2013
Bismillah

Hai Guys ^_^

Penasaran dan pengen membuktikan bagaimana kerennya jadi muslimah sejati?
Ikuti dan buktikan di Jejak-Jejak Farohis Nisa' Kabupaten Wonogiri, dalam acara WJP.

Eeiittzz... tunggu dulu. WJP itu apa sih? WJP adalah kependekan dari Wah Jielma Putri.
Masih bingung?
Wah Jielma Putri itu juga kependekan dari "Ukhuwah Jilbab Masak Putri".

Mari gabungkan diri, dengan acara yang bertemakan "Muslimah In Action" pada:
Hari       : Ahad, 15 Desember 2013
Pukul     : 08.00 WIB
Tempat  : Masjid SD IT Al Huda Wonogiri

Lebih serunya lagi, ada DEMO MASAK dan pastinya GRATIISS. :-)

Tunggu apalagi, mari mengisi hari Minggu kita dengan hal yang seru, asyik, dan berbeda.

Don't Miss It, Guys.

By Farohis Nisa' Wonogiri
Jumat, 29 November 2013





Bismillah....
Tiba saatnya bagi pemuda generasi penerus untuk beraksi secara aktif dalam dunia dakwah :-)

COME ON !!
It's a great chance for you all.

Rekruitmen dimulai pada tanggal 29 November - 13 Desember 2013.
Para aktivis yang berminat dan memiliki tekad untuk bergabung di Farohis Wonogiri, dipersilahkan untuk mengisi 'Formulir Recruitment'.

Formulir bisa diminta/dikirim melalui contact person yang tersedia di pamflet atau ketua Rohis masing-masing (jika sudah memiliki.)

Yuk, Gabungkan diri dalam wadah nyata dakwah !!